Sabtu, 20 Juli 2013

PRAMUKA SIAGA ( Filosofi )

           Anak Pramuka Siaga berumur 7 - 10 tahun. Mereka berada pada masa kecil yang senang bermain dan menyenangkan. Pada usia ini, anak memiliki sifat yang unik. Mengapa unik? Karena mereka merupakan pribadi yang memiliki perbedaan antara satu dengan yang lainnya. Mereka akan senang dengan lingkungan sekitarnya dan berusaha mencari tahu serta mencoba apa yang dapat dilakukannya. Mereka akan aktif dan kreatif dalam melakukan suatu kegiatan yang disenanginya. 
          Pada masa ini, mereka memerlukan perhatian lebih dan bahkan arahan orangtua dalam menanamkan hal-hal positif pada dirinya. Semua hal ini dapat kita antisipasi dalam suatu kegiatan yang memberdayakan kelompok. Dimana dalam kelompok ini mereka dapat bersosialisasi dengan teman sebayanya. 
Dalam kelompok ini pula mereka dapat mengasah kepeduliannya terhadap lingkungan, memiliki banyak teman, merasa diterima dan mengendalikan egoismenya. Selain itu, mereka juga dapat mencurahkan dan mengembangkan kreatifitasnya. Dalam kelompok ini, mereka dikondisikan seperti berada dalam keluarga sendiri yang nyaman dan bahagia. 
          Kelompok kecil ini disebut " Barung " yaitu tempat mereka berteman sebanyak 6 sampai 8 orang anak. Beberapa barung ( 3 - 4 barung ) dihimpun dalam sebuah Perindukan Siaga. Dimana dalam perindukan ini, Pramuka Siaga dibina dengan pendekatan individual oleh Pembina Siaga. 

Dalam pembinaan Pramuka Siaga, ada kiasan dasar yang dipergunakan yaitu :

* Nama Siaga diambil dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia pada awal menghadapi penjajah Belanda. Bangsa Indonesia mensiagakan rakyat untuk melawan penjajahan. Perjuanngan baru ini dimulai pada masa pergerakan Budi Utomo yaitu tanggal 20 Mei 1908. Sekarang tanggal tersebut kita peringati sebagai hari kebangkitan nasional.

* Tingkatan golongan pada Pramuka Siaga adalah :
a. Siaga Mula ( tingkatan kecakapan awal );
b. Siaga Bantu ( dapat membantu pekerjaan-pekerjaan tertentu );
c. Siaga Tata ( dapat menyusun dan mengatur pekerjaannya dengan rapih dan bersih ).

* Barung yaitu tempat penjaga ramuan bangunan; Pramuka Siaga disini dikelompokkan dalam sebuah kelompok yang beranggotakan 6 - 8 orang.

* Perindukan yaitu tempat anak cucu berkumpul; Pramuka Siaga yang telah tergabung dalan sebuah barung, dikumpulkan dalam sebuah perindukan, dimana dalam satu perindukan terdiri dari 3 - 4 barung.



Sumber : Panduan Penyelesaian SKU Siaga/Kwarnas Gerakan Pramuka/2011
       

Minggu, 24 Maret 2013

La TAHZAN

MUDA & TUA


Seorang muda belia berkata " Dengan kekuatanku aku akan berjaya ".
Datanglah seorang tua " Aku bijak karena berpengalaman banyak ".
Si muda berkata " kalo terlalu sabar ntar ketindas orang ".
Sang tua " hidup di dunia ini kan hanya sebentar aja".

Hidup itu cukup sederhana
Biarkan orang banyak bicara
Mereka semua sibuk mengurusi kepentingannya

Aku tak perduli
Sungguh aku tak tertarik
Cukup bagiku Allah SWT

Aku muda ataupun tua
Di syurga semua kan sebaya

Namun begitu
Jalan kini tiket untuk nanti

Aku malu berpakaian rapi setiap hari
Sementara...
Mukenaku kucuci setahun sekali... Hi hi hiiiii..
Aku malu bersolek diri
Sementara...
Akhlakku penuh berdaki... mmhhhhhmmmm...

Waduh jorok sekaliiii...
Mungkin baunya yang membuatku sadar diri
Kucari parfum bunnga melati
Ku oles-oles cream lilin biar licin
Ha ha haaaaaa......
Ternnyata itu salah lagi
Resep ini tak berlisensi

Manual book diri...  tersedia dalam hati
Ia memisahkan racun dari sari-sari

Tuh.. kan gak perlu susah-susah nyari
Kuasa Allah sudah terbukti

Silakan yang perlu bukti
Uji keimanan ada  pada kejujuran hati
Kalo kamu berani..
Jangan takut mati


Rabu, 13 Maret 2013

Love of mY Life

 Hai Ukhti...

Tentunya hidup itu akan terus berjalan sesuai dengan garis nasib yang telah kita ikrarkan saat masih dalam alam kandungan.
Ruh ditiupkan sesuai janji, berdetaklah jantung sebuah kehidupan ini. Sejak saat itu, tumbuh benih baru, sel-sel hidup penyangga ruh.
Melintasi ruang dan waktu..
selamat datang kehidupan..
Diiringi suara adzan nan merdu terdengar, kaset itu mulai berputar. selaras dengan mesin kehidupan. Oh hidup ini...
Berjalanlah kita, namun???
Mengapa begini..
Pantaskah aku begini..
Kalau saja..
Bilakah..
Oooooooooooowww..hhh...
Grrrrrrr..
Ingatkah dengan perjanjian kita ??
Walaupun kita tidak ingat, bagaimana dengan tujuan akhir hidup kita ?
Jalan berkelok-kelok.. lurus lagi.. hujan angin dan petir terus reda cerah lagi, malah tampak pelangi di atas taman indah berseri..

Masa berganti, aku diregenerasi...
Ternyata tak urung jua perjalanan ini.. he he he..
Buah yang tumbuh hingga matang sampai warnanya tua dan rasanya hmmmm... manis.

Tetanggaku juga menanam pohon mangga, tapi rasanya tak semanis mangga dari kebunku. Ia bertanya " Apa sih bedanya??"
Jawabku itu sudah dari" sononya".
Kita tidak bisa jamin ..

Namun usaha dan do'a tidak kalah pentingnya.. Yaa Allah jadikanlah buah manggaku lebat, besar-besar dan rasa yang manis...

Saat aku memasak daging, si air cuciannya aku siramkan di bawah pohon manggaku. Saat aku mencuci beras, si air cuciannnya ku siramkan juga dibawah pohon itu.
Namun saat aku cuci baju.. nggak deh.. masa nanti buah manggaku berasa sabun.. hehehe hmmm...

Begitulah, hidup terus berjalan.
Seperti saat aku mulai menulis pada akun FB ku ini..
" Melalui setapak langkah.. "
Ini akan memulai segalanya.. ceritaku di dunia maya.
Jika aku tidak melangkah ...?? so what..

Sampai berdarah-darah pun tetap aku melangkah..
Lewati masa kritis dan krisis.. Saat terjadi koma, mesin pembantu pacu jantung dan pernafasan sudah siap di jaman sekarang.
Asal kita mau melangkah..

Mana sich prioritas kita ?

Suatu hari keluargaku menempuh perjalanan panjang untuk berlibur ke luar kota. Aku merencanakan perjalanan sebaik mungkin.
Saat perjalanan, tiba-tiba hujan besar.. duhhh...
di Rancaekek bajir lagi depan pabrik.. Siap-siap kalo mobil mogok dan macet panjang...
Aku berdoa semoga jalanan lancar.. Suamiku berusaha dengan mesinnya agar tidak mati karena banjir..
" Anak-anak..bantu doa yaa..." Ujarku.
Banjir.. lewat.. mesin sehat dan jalanan lancarrrrr...
Alhamdulillah...

Setidaknya kami terus melanjutkan perjalanan sampai akhir tujuan liburan kami.

Sampai di tujuan harapan kami adalah menemui suasana liburan asyik dan menyenangkan.

Puas-puasin aja deh... kan udah sampai tujuan...

Renunganku..
Allah berkuasa atas segalanya, yang akan dijadikanNya..diberiNya.. diambilNya..

Apalagi yang kita cari ??? Jalan terusss... jangan berhenti..
La haula wa la quwwata illa billah...
La Tahzan ukhti..

Sabtu, 16 Februari 2013

Urang Sunda 2013


Text Box: Cing cang keling , manuk cingkleung cineten ,  Blos ka kolong bapa satar buleneng….Menyingkap “ Sunda “


Bangsa yang hebat adalah bangsa yang berbudaya. Bangsa Indonesia memiliki banyak ragam budaya daerah. Namun apakah semua budaya itu akan dapat kita jadikan kekuatan sebagai bangsa yang hebat ?
Para budayawan bangsa sejak dulu berjuang melestarikan budaya kita. Khususnya urang Sunda, hingga saat ini masih dapat menikmati manfaat dari kelestarian budayanya. Nah,  sekarang kita harus tahu budaya apa itu… dan yang bagaimana ?

“….Budaya Pembelajar…. “

a.       “ Laleur mapay areuy…( lalat meniti pohon yang merambat )…
            Batok kohok wadah huut…( tempurung kelapa yang bolong tempat dedak )”.
Kalimat yang familiar ini adalah salah satu contoh cara urang Sunda melatih pelafalan kita dalam belajar bicara.

b.    Bebedilan jepret, sintir, talawengkar, Teknologi sederhana sudah dikuasai urang Sunda sejak dulu. Buktinya permainan tradisional menggunakan bahan dari alam dan barang-barang bekas, seperti  bamboo, ranting kayu, kaleng bekas, dll. 

c.       “ Pun biang nuju leleson,… upami  pun adi mah keur sare…”. Sungguh kesopanan, tatakrama dan penghargaan dipergunakan dalam keseharian urang sunda.

Masih banyak lagi kebanggaan urang sunda dalam berbudaya. Tentu tugas kita melestarikannya. Ayo kita cari lagi hal-hal positif nya… manfaatnya… pastilah banyak. 

( Oleh : Ria Anwar )


 
TOKOH

BAPAK  ANGKLUNG yang Termasyur          

Orang Sunda dapat merasa bangga dengan alat music  yang telah
merambah dunia ini. 

" Angklung….  "

Mulanya angklung hanya alat music lokal saja.
Angklung, sebuah alat music yang terbuat dari bamboo dengan bunyi khas
 seperti lebah” …trtrtrng…” Ya,  kurang lebih seperti itu.
Hal ini tidak lepas dari jasa salah sorang tokoh pendidikan.

Tokoh pendidikan yang satu ini memang luar biasa. Beliau adalah Bapak Daeng Soetigna. Atas jasa Bapak Daeng Soetigna, music angklung jadi  terkenal di seantero dunia. Dengan diciptakannya angklung diatonis-kromatis, harmonisasi suara angklung terdengar merdu , indah dan memiliki nilai tersendiri.
Karena kehebatan Pak Daeng, mari kita kenali beliau.      

Bapak Daeng Soetigna lahir di Garut pada 13 Mei 1908. Pak Daeng adalah anak kedua dari lima bersaudara. Ayahnya bernama Mas Kartaatmaja, seorang pensiunan penilik sekolah. Pak Daeng banyak mendapatkan ilmu pengetahuan dan pengalaman serta contoh-contoh kehidupan dari ayahnya.  
Ibunya pak Daeng bernama Nyi Raden Ratna Soerasti. Beliau dapat memainkan  gamelan , meniup suling, mahir menunggang kuda, merenda, membuat hiasan dari kerang dan bambu.

Saat berusia 7 tahun , Pak Daeng masuk  sekolah  di HIS (Holandsche Inlander School = sekolah rendah untuk bumi putera) Garut, angkatan kedua. Di Garut ia mulai mengenal angklung dan ingin belajar membuatnya.
Setelah lulus dari HIS ia meneruskan sekolah ke Kweekschool (Sekolah Raja) untuk jadi guru. Saat  tamat dari KS Beliau  menjadi guru dan berhasil memajukan para muridnya.

 Jasa dan perjuangannya dalam bidang music angklung telah diakui dunia. Tadinya music angklung menggunakan tangga nada pentatonis, Beliau rubah menjadi diatonis-kromatis sampai  bisa merambah dunia.

( Sumber: Majalah Salaka, Djodi Prihatna, A.Md.Pd-MG/ Dikutip dan diterjemahkan oleh Ria Anwar )



Jumat, 15 Februari 2013

Iman dan keimanan


 Pintu Hati

Sabar..
Hadiah besar Allah siapkan bagi yang menerima cobaan berat dengan ikhlas...
Payung iman senantiasa melindungi kita dan berkata....
Sabar...
Benar !
Rahmat Allah SWT bagi semua makhluknya
Rohim Allah SWT bagi orang-orang yang beriman
Benar !
Yakin dalam hati tak cukup
Buktikan dengan perbuatan
Yakinkan ... semua berjalan..
Tiada akan ada keraguan

Jumat, 01 Februari 2013

puisi

Kata Hanyut Dalam Puisi

Tanpa dipandang
Engkau tetap terdengar
Walau tutup telinga
Tetap isyarat selalu terbaca

Pentingkah dia?

benar, itu benar sekali
Dalam beberapa sesi
Selalu agar terpilih
Baik-baiklah ya
Akku perlu engkau

Selama hidup ini..

Rabu, 28 November 2012

Zakat Pembersih Hati dan Jiwa

Zakat menyucikan harta dan jiwa kita. Zakat adalah memberikan sebagian harta kekayaan.
Harta milik Allah.
Kita hanya diberikan titipan yang nanti harus dipertanggungjawabkan pada hari perhitungan ( yaumul hisab ).
Rumah... mobil...perhiasan...kekayaan fisik... hanya titipan....
Kita dititipi anak, apa yang telah kita perbuat untuk menjaga titipan itu dengan sebaik-baiknya ?
Sama halnya dengan kita menitipkan uang di bank, menabung, apa yang kita harapkan???
Bunga tinggi?? Keamanan uang???
Apapun yang akan kita lakukan dengan uang itu adalah hak kita.
Mau diambil kapan saja... mau dipindahkan ke bank mana saja... atau membuat inves lain ...
Bagaimana perasaan yang dititipi???